Contoh Iklan Dalam Bahasa Inggris Beserta Gambar dan Artinya

Contoh Iklan Dalam Bahasa Inggris Beserta Gambar dan Artinya – Mengapa menggunakan iklan dalam bahasa inggris? Apakah untuk gaya-gayaan biar terkesan modern dan intelektual? Ataukah ada alasan khusus lainnya yang sangat berkaitan dengan tujuan pemasaran? Jika Anda sedang menekuni bidang periklanan atau sedang belajar mempraktikkannya, pemakaian bahasa selain Indonesia kadang tak terhindarkan.

Kadang terbersit untuk menampilkan sedikit elemen bahasa lain demi menguatkan pesan iklan. Tetapi sebuah iklan tak bisa dibuat dengan cara sembarangan, bahkan harus dicermati hingga pada detil-detilnya, termasuk urusan bahasa. Oleh sebab itu, kita kembali pada pertanyaan di awal tadi, yaitu alasan penggunaan Bahasa Inggris dalam iklan, yang kemudian dilanjutkan pada beberapa contoh dan pengertiannya.


Tujuan Iklan


Iklan merupakan wujud media yang dikemas dalam konsep sangat sederhana supaya orang yang melihatnya bisa segera memahami pesan yang sedang disampaikan. Setiap perusahaan atau pihak yang ingin memperkenalkan produk/jasa mereka mau tak mau harus membuat iklan. Semakin banyak media yang memasang iklan tersebut, peluang untuk dikenal masyarakat luas pun semakin besar.

Kalau dirangkum agak lebih umum, tujuan-tujuan pembuatan iklan antara lain ialah:

1)     Mengenalkan produk/jasa.

2)     Menempatkan posisi produk/perusahaan.

3)     Mengajak dan menawarkan.

4)     Profit dari hasil penjualan.

5)     Membangun ikatan dan kesetiaan konsumen.

6)     Menciptakan reputasi.


Sasaran/Segmen Iklan


Proses penyebaran iklan atau promosi wajib diterapkan dengan mempertimbangkan siapa yang akan menjadi sasarannya. Iklan yang dipasang tak mungkin disebarkan begitu saja, dalam artian acak atau asal tembak sasaran pembaca. Memang lebih bagus lagi kalau ternyata iklan itu berhasil menjangkau banyak lapisan masyarakat tanpa dibatasi oleh sekat-sekat tertentu, namun yang dimaksudkan di sini ialah sasaran calon konsumen prospektif. Yaitu mereka yang sebenarnya sangat membutuhkan informasi perihal produk/jasa terkait, dan kemungkinan akan semakin tertarik untuk membelinya. Dari sinilah kita bisa langsung mengkaitkannya dengan pemakaian Bahasa Inggris dalam praktik iklan. Misalnya saja segmen yang hendak disasar bukan cuma pangsa tanah air, namun lingkup yang lebih global, tentu saja bahasa yang digunakan bukanlah Indonesia.

Dewasa ini, kemampuan merangkai Bahasa Inggris dalam praktik periklanan/promosi semakin dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Alasan utamanya untuk menjangkau calon konsumen dari lingkaran yang lebih luas sehingga mampu membangun reputasi sebaik-baiknya.


Contoh Iklan Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya


Supaya lebih jelas memahami cara pembuatan iklan dalam Bahasa Inggris, berikut ini kita simak beberapa contohnya. Pertama-tama Anda mungkin akan membuat iklan produk makanan, entah berupa makanan kemasan, restoran, katering, atau sebagainya. Nah, kemasan iklannya sebetulnya tak berbeda dengan model-model konvensional lainnya.

Javarest

Javanese Restaurant

Original Javanese Food

including Gudeg Yogya, Soto Kudus, Timlo, Pecel Madiun, Mie Ongklok, and many more!

Just visit our place on Soedirman Street, B-21

Or call for delivery service on 0987-097-333

You can check for complete dishes on our online menu in

wwwdotjavarestdotcom

 

Artinya:

Javarest

Restoran Jawa

Masakah Jawa Asli

menyediakan Gudeg Yogya, Soto Kudus, Timlo, Pecel Madiun, Mie Onklok, dan masih banyak lagi!

 

Silakan kunjungi tempat kami di Jalan Soedirman, B-21

Atau hubungi untuk layanan antar di 0987-097-333

Anda bisa mengecek masakan lengkap dalam menu online di

wwwdotjavarestdotcom

Contoh di atas merupakan gambaran untuk membuat iklan restoran masakan Jawa. Prinsipnya sama dengan dasar penyusunan iklan, yaitu seluas mungkin dan tak perlu bertele-tele. Dari atas dituliskan nama produk (restoran) yang sedang diiklankan. Diikuti dengan penjelasan singkat dari produk tersebut, termasuk sejumlah keterangan singkat perihal apa saja yang tersedia di sana. Di bawahnya disusul oleh keterangan alamat dan kontak yang bisa dihubungi. Bagian paling bawah mencantumkan alamat situs supaya pembaca iklan yang berminat bisa segera mengecek informasi lain.

Dari contoh di atas, pemakaian bahasa tidak terlalu rumit karena pada hakikatnya setiap orang lebih suka gaya komunikasi yang santai dan langsung ke sasaran.

Nah, mari kita simak lagi contoh iklan dalam bahasa inggris  berikut ini:

FOR SALE

Two Storey House. Sewon Street, 3B, Bantul, Yogyakarta

Brand New Building in a nice cozy neighborhood.

Natural environment surrounded by ricefields and original plantation.

Facilities:

2 Living Room, 1 Dining Room, 1 Kitchen, 3 Bathroom, 1 Garage

Complete Furnisihings (Chair, Sofa, Table, Kitchen Utensils, etc)

3000 V Power, hotspot, and water heater.

 

Front and Back Yard with Small Garden and Fish Pool.

Serious only, just call 90789-938-3987 (Rubi)

Artinya:

DIJUAL

Rumah Dua Lantai. Jl. Sewon, 3B, Bantul, Yogyakarta

Bangunan Baru di lingkungan nyaman.

Lingkungan alami dikelilingi sawah dan tanaman.

 

Fasilitas:

2 Ruang Tamu, 1 Ruang Makan, 1 Dapur, 3 Kamar Mandi, 1 Garasi

Perabotan Lengkap (Kursi, Sofa, Meja, Peralatan Dapur, dsb)

Data listrik 3000 V, hotspot, dan pemanas air.

 

Teras depan dan belakang dengan kebun kecil dan kolam ikan.

Hanya bagi yang serius, silakan menghubungi 90789-938-3987 (Rubi)

Contoh iklan di atas menawarkan sebuah bangunan rumah baru berlantai dua yang telah dilengkapi oleh sejumlah fasilitas menarik. Barangkali yang menjadi pertanyaan ialah mengapa tidak ada keterangan harga di situ? Sebagian penjual atau penyedia jasa properti memang mencantumkan informasi harga, namun hal itu tidaklah mutlak akibat adanya sejumlah alasan khusus. Yang jelas ialah untuk mengantisipasi persaingan harga, sehingga bisa menghindari risiko permainan harga yang kelewatan oleh para pesaing.

Namun kita kesampingkan saja perihal pencantuman informasi harga tersebut, karena dalam contoh iklan di atas, pemasangnya punya kepercayaan diri bahwa produknya pasti akan diminati oleh banyak orang. Sebab berbagai fasilitas yang disediakan sudah sangat menarik perhatian, terutama bagi mereka yang menginginkan bangunan rumah dengan situasi yang nyaman, tenang, jauh dari kebisingan, tetapi sudah ditunjang oleh sarana-sarana modern.

Dilihat dari pencantuman informasi mengenai fasilitasnya, iklan ini dengan sengaja telah menegaskan segmen yang dibidik. Yaitu para kelas menengah yang membutuhkan lingkungan tempat tinggal baru yang lebih nyaman dan bebas dari gangguan kebisingan atau masalah-masalah khas kota besar. Mengingat bahwa iklan ini menggunakan Bahasa Inggris, dipastikan bahwa sasarannya ialah para warga negara asing yang selama ini mencari rumah untuk menetap dalam jangka waktu cukup lama.

Dari pembahasan contoh iklan di atas, kita pun bisa memetakan secara jelas konsep dan tujuan penggunaan Bahasa Inggris dalam sebuah iklan. Konsep dan tujuan ini terkait dalam hal segmentasi yang nantinya bisa membedakan siapa saja yang potensial sebagai pembeli atau cuma sekadar ingin tahu tanpa ada keinginan untuk menjalin transaksi. Sebab banyak sekali orang yang hanya bertanya-tanya perihal informasi produk/jasa yang sedang ditawarkan, namun sama sekali tidak ada kemauan untuk membelinya. Tentu saja kita tak mungkin memaksa orang lain untuk membeli produk/jasa, namun hal-hal semacam itu bisa menguras waktu dan tenaga karena dipaksa untuk selalu meladeni pertanyaan-pertanyaan yang cenderung sama. Jadi, lebih baik menjelaskannya dengan lebih singkat, akurat, tegas, dan ditambahkan lagi keterangan bagi yang serius. Kalau cuma ingin tahu informasi dasarnya, sudah bisa dibaca sendiri dalam iklan tersebut.


Syarat-syarat Pembuatan Iklan


Mau pakai bahasa apa pun, sebuah iklan harus dibuat dengan cara yang benar dan tepat. Kita ambil saja beberapa kriteria iklan yang layak dan diharapkan mamu mencapai sasaran. Kriteria-kriterianya adalah Attention, Interest, Desire, Conviction, dan Action. Anda sudah melihat dua contoh iklan dalam bahasa inggris beserta artinya di atas. Nah, dari dua contoh tersebut, kita bisa menemukan kesamaan pola dengan lima elemen di atas yang jika salah satunya tidak terpenuhi maka akan kurang optimal dalam praktik periklanan. Bahkan bisa dibilang gagal ketika tak mampu dipahami atau menarik perhatian publik.

Attention.

Maksudnya ialah perhatian. Sejauh apakah sebuah iklan mampu menarik perhatian orang? Pendeknya, elemen inilah yang menjadi kekuatan pertama dari sebuah iklan supaya orang lebih berminat untuk menyimak informasi di dalamnya. Yang ditekankan dalam hal ini ialah kekuatan visual, dengan kombinasi yang tepat antara gambar, video, tata letak, efek suara, dan berbagai elemen lainnya. Percuma membuat iklan dengan produk yang sangat berkualitas jika ternyata tak mampu menarik perhatian publik. Dalam konteks pemakaian Bahasa Inggris, penguatan elemen ini diterapkan dalam tata bahasa yang lugas, akrab, dan

Interest.

Ketika sebuah iklan sudah menarik perhatian publik, maka tinggal menunggu saja apakah mereka kian tertarik atau tak peduli dengan muatan dalam iklan tersebut. Ada dua tipe orang yang tertarik pada iklan, yaitu mereka yang memang menyukai gaya kemasan iklan tersebut, entah secara keseluruhan atau beberapa bagian. Misalnya adalah jingle atau lagu yang digunakan dalam sebuah iklan kadang-kadang menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu orang karena terdengar sangat menghibur. Atau bisa juga karena iklan yang ditampilan sangat lucu dan mudah diingat sehingga tak pernah membuat bosan. Nah, sebagai elemen attention, iklan semacam itu sangat berhasil. Namun belum tentu bisa menumbuhkan rasa tertarik perihal muatan iklan tersebut. Intinya ialah menumbuhkan keinginan lebih dalam untuk semakin penasaran dengan iklan tersebut bukan hanya dar kemasan audi visualnya.

Desire.

Elemen ini berkaitan dengan konten iklan. Apakah produk atau jasa tersebut menyediakan apa yang selama ini dibutuhkan oleh masyarakat? Kita ambil dari contoh pertama di atas, yaitu iklan restoran Jawa. Seandainya iklan itu dipasang di wilayah Jawa Tengah, Jogjakarta, atau Jawa Timur, maka peluangnya sangat kecil jika ingin mencuri perhatian publik. Berbeda konteksnya kalau iklan itu dipasang di sebuah wilayah yang nyaris tidak menyediakan kebutuhan-kebutuhan masakan khas Jawa. Bahkan lebih prospektif lagi kalau iklan itu ditempatkan di luar negeri. Sayangnya, lokasi produk/jasa itu ternyata masih di wilayah pulau Jawa, dan notabene harus bersaing dengan warung-warung makan sejenis. Oleh karena itulah, pihak pemasang iklan menetapkan sasaran promosi dan pemasarannya dengan menegaskan penggunaan Bahasa Inggris. Siapa lagi kalau bukan para warga negara asing yang kebetulan menjadi turis atau sudah lama menetap di sekitar lokasi tersebut?

Conviction.

Elemen ini merupakan fase yang merangsang keinginan dari orang yang sudah melihat iklan. Apakah ia benar-benar sudah tertarik dengan produk/jasa yang ditawarkan itu? Lalu, apakah produk/jasa tersebut telah menyediakan apa yang selama ini dibutuhkannya? Dari situlah ia berangkat pada tahapan keinginan yang sangat kuat dan cuma perlu menunggu keputusan final/Action.

Action.

Elemen ini terkait dengan sejumlah faktor personal, bisa saja anggaran, lokasi, atau hal-hal lainnya. Singkatnya, seseorang yang sudah melihat iklan dan tertarik padanya memang sudah mengambil keputusan untuk membelinya. Pemilihan dan pemakaian diksi dalam bahasa iklan pun menjadi faktor penentu dari elemen ini, contohnya adalah Gunakan, Silakan, Ambil, Beli Sekarang Juga, dan sebagainya.

Kita gunakan sekali lagi contoh iklan dalam bahasa inggris beserta gambarnya. Contoh yang kita pakai ialah iklan laptop. Sebagai perbandingan, ada dua jenis desain iklan yang masing-masing ditampilkan dengan gaya berbeda. Iklan pertama menampilkan sejumlah produk dengan masing-masing berisi kutipan testimoni dari media ternama. Kutipan-kutipan tersebut menguatkan kesan bahwa produk laptop ini memang telah mendapatkan pengakuan dari segi keunggulan dan kecanggihannya. Lalu masing-masing produk tersebut dijelaskan secara umum dari segi spesifikasi, termasuk juga keterangan informasi toko yang bisa dikunjungi jika berminat dengan produk itu.

Iklan satunya ditampilkan dengan gaya yang lebih sederhana, yaitu gambar dari produk laptop di sebuah ruangan, kemudian ditutupi oleh beberapa kata bertuliskan:

“Change the Way You See the World”

 Yang artinya:

“Mengubah Cara Anda Memandang Dunia”

Dua jenis iklan di atas sudah sama-sama benar dan tepat. Cuma, perbedannya pada gaya penyampaian yang berdampak pada muatan yang dicantumkan dalam media iklan itu. Gaya yang pertama ditujukan langsung bagi mereka yang benar-benar ingin memiliki laptop dengan spesifikasi yang diidamkan. Untuk meyakinkan pengambilan keputusan, maka produk-produk itu pun dikuatkan dengan mencantumkan pujian atau testimoni dari pihak-pihak lain. Kemudian ditutup dengan penjelasan informasi berupa alamat toko yang bisa dijunjungi bagi calon pembeli yang berminat.

Iklan kedua terkesan lebih sederhana, dan kadang lebih sering membuat penasaran. “Mengubah Cara Anda Memandang Dunia”. Hanya dengan sebuah kalimat yang sangat pendek, iklan itu mampu memperkuat pesan atau muatan yang dibawanya. Sehingga orang pun langsung paham bahwa produk laptop yang ditampilkan itu menawarkan kecanggihan yang unik dan berbeda dari sebelum-sebelumnya.


Penerimaan Publik


Iklan yang berkualitas harus mengandung elemen-elemen yang bisa diterima oleh masyarakat atau konteks dari publik yang mengonsumsinya. Penggunaan Bahasa Inggris sekarang ini memang sudah sangat wajar dalam berbagai aspek hiburan dan komersil. Namun kadang-kadang masih dijumpai sejumlah iklan yang terkesan dipaksakan dengan menggunakan bahasa Asing. Tujuannya mungkin ingin membuatnya berbeda dan terkesan unik. Tetapi bahasa dan penggunaannya sangatlah terkait dengan kultur dan konteks masyarakat yang melatarbelakanginya. Kalau cuma ikut-ikutan karena ingin sok menempekan kata-kata asing dalam sebuah muatan iklan, hal itu bisa menjadi bumerang yang menyebabkan kerugian bagi pihak pemasang iklan.

Salah satu aspek penting dalam penggunaan Bahasa Inggris dalam sebuah ialah ketepatan penggunaan/penulisan ejaan. Hal ini sebetulnya juga berlaku bagi semua bahasa, termasuk Indonesia. Nah, bisa dibayangkan akan sangat menggelikan jika penggunaan Bahasa Inggris dalam sebuah iklan ternyata tidak mempertimbangkan aspek penulisan dan ejaan. Banyak sekali typo yang ditemukan dan justru menyebabkan salah tafsir saat membacanya. Oleh sebab itu, kuatkanlah dasar berbahasa Inggris, terutama dalam praktik penulisan supaya lebih luwes selama menerapkannya dalam pembuatan iklan. Lama kelamaan akan terbiasa dan semakin mudah mencari inspirasi lalu mengembangkannya menjadi iklan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Add Comments

Disqus Comments