Cara Mengetahui Air Ketuban Pecah

Cara Mengetahui Air Ketuban Pecah – Air ketuban atau amniotic fluid adalah cairan yang terdapat dalam rahim yang berfungsi untuk melindungi dan menahan bayi dari trauma akibat benturan. Ketika masih di dalam perut, janin berenang dalam kantung yang berisi cairan ketuban.

Cairan ini akan mulai mengisi kantungnya sekitar dua minggu setelah pembuahan dan akan semakin berkurang jumlahnya di trisemester ketiga kehamilan. Hingga menjelang proses kelahiran, air ketuban akan pecah.

Ketika memasuki masa persalinan, kandungan kolagen yang terdapat pada lapisan terluar dari kantung ketuban akan menurun. Kolagen yang terdapat pada lapisan kantung ketuban berfungsi untuk memperkuat dan melindungi kantung ketuban. Jika kandungan kolagen berkurang maka kantung ketuban menjadi pecah.

Pecahnya air ketuban merupakan pertanda jika sang bayi akan keluar. Ketika air ketuban ini akan pecah, akan ditandai perasaan seperti sedang ngompol dan diikuti dengan rembesan air yang tak bisa ditahan untuk keluar. Pada sebagian wanita ada rasa seperti ingin buang air kecil sebelum pecahnya air ketuban. Karena rasa ingin buang air kecil inilah terkadang pecahnya air ketuban sering dikira pipis.

Bagi ibu yang pernah mengalami persalinan sebelumnya, mungkin mereka akan segera tahu jika air yang keluar adalah air ketuban. Tapi bagi ibu yang pertama kali hamil akan sedikit bingung apakah cairan yang di keluarkan adalah air ketuban atau bukan. Para saat hamil, miss V sering mengeluarkan cairan, cairan ini juga yang sering di salahartikan sebagai air ketuban.

Lalu bagaimana cara mengetahui air ketuban pecah? Keluarnya air dari Miss V tanpa dapat ditahan menjadi pertanda awal air ketuban telah pecah.

Berbeda dengan urin, air ketuban memiliki warna agak keruh dan tidak berbau pesing. Kemudian perut akan merasa mulas karena andanya kontraksi. Jika benar air ketuban telah pecah maka segeralah memberi tahu suami untuk segera membawa ke klinik persalinan.

Jika dibiarkan begitu saja dan tidak segera dibawa ke dokter maka bisa mengakibatkan keringnya air ketuban, terjadinya infeksi, atau keluarnya tali pusat.

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan resiko kematian dan rasa sakit pada ibu dan janin. Usahakan ibu dalam keadaan berbaring ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, sehingga air yang keluar tidak terlalu banyak.

Pecahnya ketuban juga bisa terjadi sebelum masa kelahiran dimulai. Jika air ketuban merembes di masa kelahiran yang belum waktunya, maka anda harus waspada, mungkin saja anda mengalami kebocoran air ketuban. Hal ini bisa menyebabkan resiko jamur atau infeksi masuk dan membahayakan janin.

Apabila kehamilan telah cukup bulan maka proses kelahiran akan segera dilakukan.

Tapi jika belum cukup waktu, maka dokter akan melakukan penanganan khusus seperti memberikan obat antibiotik dan suntikan untuk merangsang pembentukan paru janin sehingga bisa cukup kuat untuk dilahirkan secara normal.

Lalu apakah akan dilakukan tindakan konservatif atau induksi tergantung pada usia kehamilan dan kondisi ibu serta janin.